Bekali Mahasiswa Menuju PLP, FIK UNIRA Gelar Workshop Peace Education Berbasis Ecotheology dalam Kurikulum CINTA

Malang – Fakultas Ilmu Keislaman (FIK) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang menyelenggarakan Workshop Pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) bertajuk “Melaksanakan Pembelajaran yang Damai (Peace Education) Berbasis Ecotheology dalam Kurikulum CINTA” pada Senin, 6 Juli 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di Hall KH. Moh. Said UNIRA Malang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Ilmu Keislaman dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Workshop diikuti oleh mahasiswa FIK, termasuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester VI yang akan diterjunkan ke berbagai lembaga pendidikan sebagai lokasi pelaksanaan PLP. Selain mahasiswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh para Dosen Pendamping Lapangan (DPL) serta tamu undangan lainnya.

Sejak awal pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan tertib, disiplin, dan tepat waktu. Antusiasme peserta tampak dari keaktifan mereka mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari pembukaan hingga sesi diskusi. Suasana akademik yang interaktif mencerminkan semangat mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi calon pendidik yang profesional, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan.

Workshop menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang pendidikan, yaitu Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., dosen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus pakar Manajemen Pendidikan dan praktisi pengembangan kurikulum. Dalam penyampaiannya, beliau menghadirkan suasana pembelajaran yang komunikatif dan inspiratif dengan mengawali materi melalui pantun-pantun edukatif yang mengajak peserta merenungkan makna pendidikan secara mendalam.

Pada sesi materi, Prof. Sutiah mengajak peserta memahami hakikat pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia, sekaligus merefleksikan peran strategis guru dan peserta didik dalam membangun ekosistem pembelajaran yang humanis. Beliau menegaskan bahwa seorang pendidik tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan konsep Kurikulum CINTA, sebuah pendekatan pembelajaran yang menempatkan nilai kasih sayang, penghormatan terhadap keberagaman, dan pembentukan karakter sebagai fondasi utama proses pendidikan. Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai konsep Ecotheology, yaitu perspektif yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Melalui pendekatan ini, calon guru diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial peserta didik.

Workshop ini memberikan bekal konseptual sekaligus motivasi kepada mahasiswa agar mampu mengimplementasikan pembelajaran yang damai (Peace Education) selama menjalankan PLP di sekolah maupun madrasah. Peserta juga didorong untuk menjadi pendidik yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Melalui kegiatan pembekalan ini, Fakultas Ilmu Keislaman UNIRA Malang berharap seluruh mahasiswa peserta PLP memiliki kesiapan akademik, pedagogik, dan mental dalam melaksanakan praktik kependidikan di lembaga masing-masing. Bekal yang diperoleh selama workshop diharapkan menjadi landasan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai profesionalisme, Peace Education, dan Ecotheology dalam praktik pembelajaran, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah dan madrasah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *